Bagaimana upaya mengembangkan potensi anak usia dini?

Upaya mengembangkan potensi anak usia dini yaitu dengan cara mengembangkan aspek fisik, sosial, emosional dan kognitif seorang anak oleh orang tua maupun pendidik selain diperlukan lingkungan yang aman dan memberikan pengasuhan yang baik maka, hal lain yang perlu dipahami oleh pendidik adalah penyesuain dengan perkembangan masing-masing anak. Penyesuaian perkembangan harus meliputi aspek utama yaitu penyesuaian karakteristik dan kelompok usia, dan penyesuaian sosial budaya dan adat istiadat. Penyesuaian karakteristik dan kelompok usia di dasarkan bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak lainya. Keunikan masing-masing anak harus mampu diakomodasi dengan baik oleh orang tua maupun pendidik. Ketidak sesuaian dengan karakter akan membuat anak merasa tidak dihargai sebagai individu. Penyesuaian dengan latar belakang sosial budaya dapat berwujud penyerapan materi yang sesuai dengan asal daerah anak. Misalnya anak yang tinggal di daerah pegunungan akan lebih mudah memahami materi tentang udara dingin, tanah longsor dan tebing tinggi. Sedangkan anak yang tinggal di daerah pantai akan lebih memahami materi tentang pasir, ikan, ombak, perahu dan kapal. Mengembangkan potensi anak harus memperhatikan beberapa aspek yang saling berkaitan sebagai berikut:
1. Kondisi belajar yang kondusif
Suasana belajar yang kondusif akan memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan pendidik. Interaksi yang baik akan membuat hubungan pendidik dengan peserta didik terjalin harmonis. Hubungan yang harmonis akan membuat peserta didik merasa nyamak ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Kondisi belajar yang kondusif dapat dicapai dengan mengupayakan beberapa hal yaitu: (a) lingkungan yang aman, nyaman, bersih, rapih dan indah, (b) membiasakan sopan santun antara pendidik dengan peserta didik dan sebaliknya, (c) memberikan pujian atas keberhasilan peserta didik, (d) memberikan kasih sayang yang tulus.

2. Menyesuaikan kurikulum peserta didik
Menyesuaikan kurikulum berarti isi dari menu pembelajaran anak usia dini mencakup subyek yang dipelajari, nilai-nilai sosial dan budaya, masukan dari orang tua, usia dan pengalaman dari anak-anak sendiri. Penyesuaian kurikulum akan memudahkan peserta didik untuk menguasai materi yang disampaikan.

3. Hubungan yang saling menguntungkan dengan keluarga
Pengetahuan yang mendalam mengenai kondisi individual anak dan konteks lingkungan dimana anak bekembang dan belajar sangat diperlukan. Dengan demikian menjalin hubungan yang erat dengan keluarga akan sangat menunjang. Hubungan baik dengan orang tua dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan, pelaporang hasil dan perkembangan belajar anak, atau dalam kegiatan-kegitan non akademis lainya.

4. Memberikan stimulasi
Memberikan stimulasi dalam bentuk musik, seni, maupun bermain peran yang akan memeperkuat perkembangan bahasa.

5. Memberikan contoh penyelesaian masalah
Memberikan contoh penyelesaian masalah sehingga anak akan mendapatkan pengalaman dari orang dewasa.

6. Memberikan pendampingan secara intensif kepada anak
Pendampingan bermanfaat untuk mencegah anak melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Pendampingan jugga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak.


Disqus Comments