Kapasitasmu menentukan tempat dudukmu

Sengaja tadi malam datang rapat terlambat. Soalnya saya tahu malam ini akan banyak bagi-bagi jabatan, nah jika saya datang terlambat tentunya saya tidak kebagian. Karena saya paham sekali, kapasitas yang  saya tak sebaik apa yang mereka pikirkan, namun ternyata berbanding terbalik. Saya masih dijatah, posisi yang merepotkan. Mengingat pemegang pemegang posisi ini adalah orang yang sangat hebat, dengan segudang prestasinya.

Untuk kesekian kalinya saya harus terjebak diposisi yang sulit, mau tidak mau saya harus menerimanya, tentunya harus di ikuti juga dengan pertanggungjawabanya yang tidak enteng. Karena menurut mereka hanya saya yang tepat diposisi ini.

Di sini orang yang ditunjuk sudah bisa dikatakan adalah orang-orang yang kenyang dengan pengalaman, sehingga pemimpin kami tidak asal-asalan ketika menunjuk dan anggota kami tidak asal setuju saja. Di fase ini akan mengalami proses yang panjang dengan berbagai argumentasi. Sampai di dapatkan siapa yang tebaik.

Sebuah proses demokrasi yang aneh dan sangat luar biasa menurut saya, mereka tidak hanyak memikirkan posisi jabatan terbaik dengan segudang fasilitas yang mereka terima, tapi mereka juga memikirkan, kalau di posisi yang mereka duduki bisa mereka kerjakan dengan baik.

Asas yang kami gunakan adalah : Kapasitasmu menentukan tempat dudukmu

Saya kira sudah sepantasnya orang-orang yang berada diatas sana berkaca dengan organisasi kecil kami yang tentunya sangat mensejahterakan anggotanya. Mereka harus memahami kapasitas mereka untuk menduduki jabatan tertentu, karena dengan demikian kita akan memperoleh orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya. Ini adalah solusi terbaik membangun sebuah negara. Saya bukan negarawan yang pintar mengkritik sebuah sistem, tapi saya disini hanya berpendapat saja.

Apakah pendapat saya bisa dibenarkan?

Itu tergantung dari sudut mana Anda memandang saya. Jika Anda berada disudut yang kontra maka pendapat saya adalah salah begitu sebaliknya. Karena sejatinya kebenaran itu hanya terletak dari mana kita memandang.

Disqus Comments