Skip to main content

Linguistik, ilmu pengetahuan budaya dan humaniora

Bahasa sebagai alat komunikasi manusia dalam berbagai sendi kehidupan, baik langsung maupun tidak langsung. Tanpa bahasa di ibaratkan seperti manusia lumpuh. Mengingat pentingnya bahasa maka diperlukan upaya pembelajaran bahasa.

Linguistik memiliki cakupan yang sangat luas dalam berbagai bidang dan sendi keilmuan, salah satunya ilmu bahasa dan sastra Indonesia. Namun demikian, linguistik diperlukan oleh semua sendi ilmu, baik sosial maupun eksakta.

Linguistik, ilmu pengetahuan budaya dan humaniora

Linguistik sebagai ilmu memiliki dimensi sosial dan kultural yang berbeda-beda sesuai dengan konteks pemakaiannya. Linguistik termasuk kategori ilmu yang dapat dipelajari karena memiliki objek, metode dan pendekatan atau rancangan tertentu untuk merumuskan temuannya. Merujuk pada hal tersebut.

Jean Pieget dalam Kushartanti (2005: 12) membagi ilmu pengetahuan atas tiga bidang besar, yaitu:
1. Ilmu pengetahuan alam yang termasuk di dalamnya adalah ilmu kimia, biologi, botani, geologi, astronomi dan sebagainya.

2. Ilmu pengetahuan sosial budaya (juga disebut ilmu pengetahuan kemanusiaan) yang termasuk di dalamnya adalah antropologi, sosiologi, ilmu kesusastraan, ekonomi dan sebagainya.

3. Ilmu pengetahuan formal (juga disebut ilmu pengetahuan apriori) yang termasuk di dalamnya adalah Logika dan matematika.

Merujuk pada bagian tersebut, linguistik dapat dikategorikan masuk sebagai ilmu pengetahuan budaya dan humaniora. Dengan demikian, linguistik memiliki peran penting dalam mengembangkan dan melestarikan budaya dan kemanusiaan melalui medium bahasa.

Sekian dan terima kasih
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar