Skip to main content

Manfaat Menulis menurut 'The Liang Gie '

Hai sahabatku, sudah lama rasanya Mbak Syahdu tidak pernah menilis di blog. Ya karena kesibukan ini itu yang membuat saya melupakan blog.

Apa kabar sahabatku PakUdin dan Mbak Risna? tentu sehat kan? saya mengikuti sekali perkembangan blog kalian, sampai yang kemarin postingan Mbak Risan di sanggah sama PakUdin. Tapi cuma baca saja, soalnya kalau mau komentar takut ditanya kenapa tidak aktif lagi menulis di blog.

Sudah lupakan, sekatang ini saya ingin membahas manfaat menulis. Apa manfaat menulis? The Liang Gie (1992: 1-3) memaparkan enam manfaat menulis, yaitu:

1. NIlai Kecerdasan
Dengan sering menulis, seorang penulis dituntut untuk menghubungkan buah-buah pikiran yang satu dengan yang lainnya, merencanakan uaraian yang sistematis dan logis, menimbang suatu perkataan yang tepat dan selalu mengamati dan menganalisis realitas sosial yang selalu berubah secara dinamis. Aktifitas ini akan selalu menambah daya pikirnya, kemampuan imajinasinya dan kreatifitasnya, serta memori dan kecerdasaannya.

2. Nilai Kependidikan
Seorang penulis pemula yang terus menulis, walaupun naskahnya belum berhasil diterbitkan atau tulisannya berkali-kali ditolak, sesungguhnya ia melatih diri menjadi tabah, ulet dan tekun sehingga pada suatu hari mencapai keberhasilan. Bila ia telah sukses, ia akan terus termotivasi untuk berkarya yang lebih bagus. ini adalah pendidikan yang luar biasa.

3. Nilai Kejiwaan
Penulis dituntut untuk ulet, terus mengarang yang pada akhirnya tulisannya dimuat di koran atau majalah yang terkenal atau diterbitkan sebagai buku oleh penerbit terkenal. Hasil ini tentu membuat penulis merasakan kepuasan batin dan kepercayaan diri. Semua ini akan terus mendorong dan memotivasi diri untuk terus berkarya.

4. Nilai Kemasyarakatan
Seorang penulis yang sukses, tulisannya akan dibaca masyarakat luas, diapresiasi, menjadi sumber inspirasi dan akhirnya menjadi rujukan masyarakat. Dari sinilah penulis mendapatkan penghargaan dari masyarakat yang luar biasa, baik pujian ataupun penghargaan yang lain.

5. NIlai Keuangan
Penulis yang tulisannya di muat akan menerima imbalan uang dari pihak yang menerbitkan karyanya. Makin maju sebuah negara, makin cerah masa depan seorang penulis, karena makin banyak orang yang mau membaca dan mau membeli sebuah bacaan.

6. Nilai kefilsafatan
Salah satu gagasan besar yang dikagumi para ahli pikir sejak dahulu adalah keabadian. Jazad orang arif tidak akan pernah abadi, tetapi buah pikiran mereka kekal, karena diabadikan melalui karangan yang ditulis. Sampai hari ini, manusia modern mengetahui kearifan Plato melalui naskah percakapannya atau mengenal ajaran Aristoteles dari buku-bukunya. Dunia timur menyadari nilai ini dengan pepatahnya "segal sesuatu musnah kecuali perkataan yang tertulis". Imam Ja'far Ash-Shadiq mengatakan "ikatlah ilmu dengan menuliskannya".

Demikianlah manfaat menulis menurut  'The Liang Gie '.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar