Opini Publik Dalam Komunikasi Pemerintahan

Opini Publik Sebagai Efek dan Pesan Komunikasi Politik
Opini publik adalah salah satu bentuk efek dari proses komunikasi politik berdasarkan paradigma mekanistis, terutama kominikasi politik yang disalurkan melalui media massa (pers, radio, televisi dan internet).

Efek itu bukan sekedar umpan balik dan reaksi publik sebagai khalak komunikasi politik terhadap pesan atau pembicaraan politik yang dilontarkan oleh politikus melalui media massa atau retorika politik, tetapi panduan sejumlah kekuatan yang bekerja dalam masyarakat. Dengan demikian, politikus sebagai komunikator politik hanya dapat mengusai satu kekuatan saja pesan atau isi pembicaraan politik yang di sampaikan terbuka kepada publik.

Opini Publik Dalam Komunikasi Pemerintahan

Untuk mengkaji opini publik sebagai efek dan sebgai pesan dalam proses komunikasi politik, semua paradigma dan teori yang dikenal dalam studi komunikasi politik dapat diimplementasikan sesuai dengan keperluan.

Proses Terjadinya Opini Publik
Semua pesan dan pembicaraan politik yang mendapat perhatian publik harus di olah dan di proses oleh akal dan instuisi sehingga pesan dan pembicaraan politik tersebut dapat dipahami oleh orang banyak.

Selanjutnya, pengolahan proses berpikir akan menghasilkan keputusan, yaitu membentuk opini atau pendapat dan kesimpulan. Dalam hal ini, sesorang akan memberikan persetujuan atau penlakan terhadap suatu pesan atau pembicaraan politik yang menyetuh dan merangsang.

Setelah itu, Proses berpikir beralih pada aspek motorik dengan melakukan tindakn politik sebagai manifestasi dari hasil pikiran (sikap dan opini). Contoh tindakan itu, yaitu datang ke bilik suara untuk memberikan suara kepada politikus dan pertainya dalam pemilihan umum.

Astrid (1975), dengan mengacu pada pendapat Cultip dan Center, menyatakan bahwa pembentukan opini publik terjadi karena beberapa hal berikut:
  1. Sejumlah orang menyadari suatu situasi dalam masalah yang dianggap perlu dipecahkan. Dengan demikian, orang-orang ini mencari beberapa alternatif sebagai pemecahan masalahnya, hal yang didasarkan pada fakta yang diperolehnya.
  2. Beberapa alternatif lain sebagai sarana peecahan masalah ditemukan sehingga terjadilah diskusi tentang kemungkinan penerimaan salah satu atau beberapa alternatif.
  3. Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan pilihan terhadap salah satu atau beberapa alternatif yang disetujui bersama. Melalui pelaksanaan keputusan yang telah diambil, tebentuk pengelompokan baru yang mendorong munvulnya kesadaran kelompok.
  4. Berdasarkan keputusan dirumuskanlah suatu perincian pelaksanaan dan tindakan dalam bentuk program sebagai konsep kerja yang mencari dukungannya lebih luas, tdak saja dalam kelompok yang telah menerimanya, tetapi juga diluar kelompok seingga terjadi s=diskusi secara menjalar kepada kelopok-kelompok lain.

Disqus Comments