Skip to main content

Perkembangan Ilmu Komunikasi

Dalam perkembangannya, ilmu komunikasi berangkat dari psikologi, sosiologi, antropologi, matematika, fisika dan biologi. Tokoh-tokoh perintis ilmu komunikasi adalah Harold Lasswel, Kurt Lewin, Paul Lazarsfeld, Carl Hovland dan Wilbur Schramm, Shannon, Weaver, Sereno dan Mortensen, Wilhelm Wundt dan Werner J. Severin.

Sejarah Ilmu Komunikasi
Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu dikaitkan dengan retorika pada masa Yunani Kuno. Pada abad ke- 5 SM untuk pertama kali dikenal rhetorike yang di kembangkan di Yunani Purba, kemudian di kembangkan di Romawi dengan nama dalam bahasa latin rhetorika, yang dalam bahasa Inggris rhetoric dan dalam bahasa Indonesia retorika. Georgias (480 - 370) dianggap sebagai guru retorika pertama dalam sejarah manusia yang mempelajari dan menelaah proses pernyataan antar manusia.

Puncak peranan retorika sebagai ilmu pernyataan antar manusia ditandai oleh munculnya Demosthenes dan Aristoteles, dua orang pakar yang teorinya hingga kini masih di jadikan bahan kuliah di berbagai belahan dunia. Demosthenes (384-322) termasyur karena kegigihannya mempertaruhkan kemerdekaan Athena dari ancaman raja Philipus dari Mecedonia. Pada saat itu, berlaku ketentuan jika terdapat sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat, harus ada pemilihan berkala dari rakyat dan oleh rakyat untuk memilih pemimpinya. Jika demokrasi menjadi sistem pemerintahan, masyarakat memerlukan orang-orang yang mahir berbicara di depan umum. Adapun Aristoteles merupakan seorang cendikiawan Yunani yang merupakan pemuka dalam berbagai disiplin ilmu. Berbeda dengan tokoh lain yang memandang retorika sebagai seni, ia memasukannya sebagai bagian dari filsafat, dengan mengatakan "membangkitkan emosi dalam retorika memang baik, tetapi ucapan-ucapan tidak dapat dipertanggungjawabkan".

Pengaruh Ilmu Lain Kepada Ilmu Komunikasi
Menurut Syam , N.W., filsafat ilmu dan aliran yang melandasi ilmu komunikasi, yaitu sebagai berikut.
  1. Psikologi
    Para ilmuwan mempelajari manfaat proses interprestasi dari satu stimulus luas, mulai dari dari sensasi, asosiasi, persepsi, memori hingga proses berpikir dalam pengodean sehingga mempengaruhi individu dalam memberikan respons pada rangsangan luar tersebut. Hal ini menunjukan bahwa para psikolog mempengaruhi telaah manusia sebagai komunikor ataupun komunikan.
  2. Psikologi Sosial Yang Melandasi Ilmu Komunikasi
    Psikologi sosial memahami, menjelaskan, dan meramalkan cara pikiran, perasaan dan tingkah laku individu yang dipengaruhi oleh tindakan orang lain, yang keberadaannya dirasakan dan dibayangkan oleh individu tersebut. Komunikasi membangun konsep diri dan aktualisasi diri untuk kelangsungan hidup, memperoleh kebahagaan dan terhindar dari ketegangan serta tekanan. Untuk itu, diperlukan hubungan dengan orang lain dalam bentuk interaksi sosial, pembentukan konsep diri, seperti kebutuhan rasa, harga diri, kasih sayang, mencintai, serta sampai terjadinya eksistensi diri.
  3. Sosiologi
    Sosiologi memperhatikan pola hubungan sosial dan budaya yang berfokus pada pembagian berbagai gagasan, yang mendasari hubungan dan memberi makna, nilai, lambang dan bentuk-bentuk tertentu. Pola hubungan ini akan menjadi sebuah identitas bagi individu yang terlibat di dalamnya.
  4. Antropologi
    Aspek utama antropologi adalah manusia secara fisik, bahasa, komunikasi, dan budaya. Antropologi melihat perilaku manusia dalam konteks menyeluruh, yaitu secara biologis, sosial, budaya dan ekologinya. Konsep budaya dalam antropologi erat kaitannya dengan komunikasinya, yaitu berupa penggunaan simbol, bahasa, tata cara dan pemaknaan terhadap simbol-simbol tersebut.
  5. Matematika
    Teori matematika tentang komunikasi merupakan sumbangan bagi bentuk komunikasi, komunikasi manusia terdiri atas sejumlah komponen yang digabungkan menjadi saling berkaitan. Dalam pengertian ini, sistem komunikasi meliputi berbagai unsur, yaitu sumber, pengirim, saluran, penerima dan unsur yang dituju. Sistem komunikasi manusia bersifat fungsional.
  6. Fisika
    Dalam komunikasi, informasi mempunyai ikatan mata rantai yang panjang, yang memungkinkan hubungan telekomunikasi manusia semakin mudah dilakukan meskipun berada di belahan dunia yang jauh sekalipun. Berkaitan dengan bidang fisika, perkembangan alat telekomunikasi dengan menggunakan signal terbatas pada ruang, tempat dan waktu. Dalam teorinya, Claude Shannon menyebutkan bahwa teori komunikasi adalah teori perpindahan signal (transmisi ). Teori ini menjelaskan secara fisika bahwa informasi dinyatakan sebagai suatu signal yang dikirimkan dan diterima.
  7. Biologi
    Ilmu biologi mempelajari struktur tubuh manusia. Keadaan biologis yang disebut fisologis hanya dapat dipelajari dalam ilmu biologi. Sistem fal tubuh manusia menetukan kemampuan manusia dalam menentukan kepribadian, kemampuan belajar termasuk dalam berhubungan dengan manusia lainya dalam bentuk proses komunikasi. Hal ini memberikan gambaran bahwa berkomunikasi berkaitan dengan unsur biologis manusia.


Sumber: Buku Komunikasi Pemerintahan
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar