Skip to main content

Jenis Sastra Peninggalan Kerajaan Islam

Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam  di Nusantara meninggalkan karya berupa bangunan seperti masjid dan makam, serta karya seni. Peninggalan Islam dapat juga kita temui dalam bentuk karya seni seperti:
  1. Seni ukir
  2. Seni pahat
  3. Seni pertunjukan
  4. Seni lukis
  5. Seni sastra
Peninggalan Islam yang dapat kita saksikan merupakan perpaduan antara kebudayaan Islam dan kebudayaan setempat. Karya sastra yang dihasilkan cukup beragam. Para seniman muslim menghasilkan beberapa karya sastra antara lain berupa syair, hikayat, suluk, babad, dan kitab-kitab.

Seni ukir dan seni pahat ini dapat kita dijumpai pada masjid-masjid. Seni pertunjukan berupa rebana dan tarian, misalnya tarian Seudati dari Aceh. Salah satu peninggalan Islam yang cukup menarik dalam seni tulis ialah kaligrafi. Kaligrafi adalah menggambar dengan menggunakan huruf-huruf arab. Kaligrafi dapat ditemukan pada makam Malik As-Saleh dari Samudra Pasai. Itulah beberapa peninggalan kerajaan Islam yang berbentuk seni. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai peninggalan kerajaan Islam yang berbentuk karya sastra saja.
  1. Hikayat
    Hikayat adalah karya sastra yang berisi cerita atau dongeng yang sering dikaitkan dengan tokoh sejarah. Hikayat-hikayat peninggalan kerajaan Islam mendapat pengaruh dari Arab, Persia, India, dan lain-lain. Kebanyakan hikayat-hikayat ini pada awalnya berisi dakwah kepada masyarakat atau ajakan kepada umat Islam supaya memperkuat keimanannya. Dalam hikayat bernapas Islam di Nusantara, biasanya tokoh-tokoh pahlawan tersebut dikisahkan memperjuangkan kedaulatan suatu daerah, seperti hikayat-hikayat berikut ini:
    a. Hikayat Raja-raja Pasaib. Hikayat Si Miskinc. Hikayat Amir Hamzahd. Hikayat Bayan Budimane. Hikayat Prang Sabi
  2. Syair
    Syair menjadi media penyebaran Islam bukan saja di Nusantara, tapi hampir di seluruh dunia. Syair-syair peninggalan sejarah Islam di Indonesia antara lain:
    a. Syair PerahuSyair ini berisi pengajaran tentang adab.
    b. Syair Kompeni Walanda,
    Syair ini berisi riwayat Nabi.
    c. Syair Perang Banjarmasin
    Syair ini berisi beberapa pokok ajaran Islam
    d. Syair Siak Sri Indrapura
    Syair ini berisi silsilah raja-raja Siak.
    e. Syair Ikan Terubuk
    Syair ini berisi kisah-kisah dengan muatan adab dan tuntunan perilaku beragama.
  3. Suluk
    Suluk adalah karya sastra yang berisi tentang tasawuf mengenai keesaan dan keberadaan Allah SWT. Suluk dan tembang gubahan Sunan Bonang ditulis pada daun lontar. Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil, antara lain Suluk Wijil. Suluk adalah karya sastra yang berisi tentang ilmu tasawuf. Dia juga menggubah tembang Tombo Ati (Obat Hati) yang kini masih sering dinyanyikan orang. Beberapa suluk yang lain:
    a. Suluk Sukarsa
    Berisi ajaran tentang hakikat kepemimpinan.
    b. Suluk Syarab al AsyiqinBerisi ajaran wahdat al-wujud dan tahap-tahap pencapaian makrifat.
    c. Suluk Malang SumirangBerisi kritikan terhadap Sultan Demak, dan ajaran Sunan Panggung dianggap sesat.
  4. Sastra dalam bentuk Kitab
    Beberapa kitab peninggalan sejarah Islam, antara lain:
    a. Kitab Manik MayaBerisi sejarah perkembangan Islam di Pulau Jawa.
    b. Kitab Sasana-Sunu
    Berisi ajaran tentang tata cara hidup Islam, dan ajaran meneladani Rasulullah.
    c. Kitab Nitisastra
    Berisi ajaran moral dan pandangan hidup berupa kebijaksanaan.
    d. Kitab Nitisruti
    Berisi ajaran tentang filsafat dan moral. Tidak diketahui penulisnya.
    e. Kitab Sastra Gending
    Berisi ajaran filsafat dan kebajikan.
  5. Babad
    Babad adalah cerita sejarah tetapi banyak bercampur dengan mitos dan kepercayaan masyarakat yang kadang tidak masuk akal. Peninggalan Islam berupa babad antara lain:
a. Babad Tanah Jawi
b. Babad Sejarah Melayu (Salawat Ussalatin)
c. Babad Raja-Raja Riau
d. Babad Demak
e. Babad Cirebon
f. Babad Gianti

    Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
    Buka Komentar