Dagelan Cak Percil dan Cak Yudho

Akhir-akhir ini saya sering menonton dagelan Cak Percil dan Cak Yudho di youtube. Cak percil dan Cak Yudho adalah pelawak yang bergabung menjadi grup Peye. Peye ini sangat kondang di Jawa Timur. Dagelan yang mereka bawakan itu sangat lucu. Jika Anda menonton dagelan Cak percil dan Cak yodho maka bersiap-siaplah perut Anda akan sakit karena tertawa terus-menerus.




Bicara Masalah dagelan, Apakah dagelan itu? Dagelan merupakan lawak atau sebuah adegan yang menimbulkan kelucuan. Dalam bahasa Melayu disebut juga alan-alan. Sementara dalam dialek Jakarta disebut bebodoran

Dagelan termasuk dalam salah satu seni rakyat yang sifatnya spontan. Pementasan seni ini tidak terikat pada naskah atau teks yang memberi alur cerita. Spontanitas ini merupakan improvisasi percakapan yang dilakukan oleh pemain. Dagelan didasari sebuah lakon singkat yang kemudian dikembangkan sendiri oleh pemainnya ketika pementasan dagelan berlangsung. Kelucuan diusahakan dari gerak-gerik, cara bicara, dan isi pembicaraan pemain. Sifat dagelan adalah parodi, maka efek realistis dihindari. Peran perempuan sering dimainkan oleh laki-laki.




Dalam beberapa pementasan wayang kulit, dagelan hadir sebagai selingan untuk mencairkan suasana. Misalnya pada saat bu cangik dan bu limbuk keluar dan pada saat goro-goro dagelan muncul sebagai pencair suasana. Akan tetapi, ada pula pertunjukan khusus dagelan. Pertunjukan dagelan tunggal ini bisa selama 4-5 jam. Dagelan tunggal ini terdiri hanya dari satu babak saja.

Dagelan yang di bawakan Cak Percil dan Cak Yudho ini tidak hanya sekedar lelucon biasa saja, namun terkadang mereka menyelipkan pesan-pesan moral melalui lawakannya.

Disqus Comments