Cara Penagihan Yang Baik

Anda tentu berfikir bagaimana cara untuk menagih hutang para klien tanpa menyinggung perasaan mereka mengingat adanya hubungan baik yang harus dijaga oleh Anda dengan para klien tersebut guna keberlangsungan kerjasama antara Anda dengan klien anda tersebut. Selama ini penagihan hutang identik dengan suatu hal yang negatif karena berkesan sebagai suatu pemaksaan dan sebagai tahap klimaksnya terdapat unsur kekerasan yang dilalukan oleh debt collector jika klien tidak  juga membayar hutangnya untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Jika tindakan kekerasan tersebut sudah terlanjur melayang, tentulah hubungan baik yang selama ini dijaga antara Anda dengan klien akan rusak dalam hitungan menit saja.

Cara Penagihan Yang Baik

Berikut cara-cara mudah yang dapat Anda praktekan, agar klien Anda mau membayar hutangnya dan yang terpenting tanpa menyinggung perasaan mereka serta hubungan kerjasama yang selama ini Anda bangun dengan mereka tetap dalam garis aman.
  1. Telepon klien dan sedikit basa-basi
    Inti dari kegiatan ini adalah untuk mencairkan suasana di awal percakapan sebelum Anda menyampaikan maksud Anda untuk menagih hutang mereka. Banyak juga yang bilang kegiatan ini adalah kegiatan basa-basi supaya tidak terlalu menonjolkan maksud Anda untuk menelpon mereka adalah hanya untuk menagih hutang saja. Dengan Anda menanyakan kabar mereka, anda juga menujukkan bahwa Anda perduli dengan keadaan para klien Anda dan ini tentu akan berdampak positif pada hubungan baik antara Anda dengan klien.
  2. Tanyakan apakah tagihan hutang sudah sampai kepada mereka
    Ketika Anda menanyakan tagihan tersebut dan kalaupun mereka jawab belum menerimanya Anda tentu sudah mengetahui kebenarannya atau Anda dapat juga menjelaskan tentang penagihan via telepon sehingga mereka sudah tidak dapat mengelak lagi mengenai tagihan mereka tersebut. Hal ini juga berguna agar Anda dapat melanjutkan arah pembicaraan ke bagian penagihan hutang.
  3. Ingatkan kepada klien bahwa sudah jatuh tempo
    Mengingatkannya cukup mudah dan bahasa yang digunakan juga tidak perlu bahasa yang kasar, cukup bahasa yang lemah lembut namun tegas.  Kemudian tindakan selanjutnya yang dapat kita lakukan tergantung dari jawaban dan tindakan si klien.
  4. Jika berjanji mau membayar dan ternyata tagihannya tidak dibayar
    Jika hal ini yang terjadi, tindakan yang dapat Anda lakukan bukanlah menyerah. Anda dapat mencoba melakukan penagihan pada keesokan harinya. Lukakan penagihan ini sesering mungkin agar klien terasa seperti terhantui dengan adanya tagihan yang harus dia bayar, namun yang harus Anda ingat adalah jangan sampai klien Anda merasa terganggu dengan adanya penagihan dari Anda tersebut. Maksudnya disini adalah ketika Anda melakukan telepon penagihan dan klien mengatakan sedang melakukan meeting, yasudah jangan dipaksakan berbicara pada saat itu juga, tanyakan pada klien kapan waktu meetingnya selesai agar Anda tidak mengganggu aktivitas mereka. Hal ini akan membuat Anda terlihat seperti seseorang yang memiliki sifat pengertian dan juga hal ini akan berguna untuk menjaga hubungan baik antara Anda dengan mereka.
  5. Selipkan sedikit humor ketika anda melakukan penagihan
    Hal ini berguna untuk mencairkan suasana antara Anda dan klien. Jika Anda terlalu sering menelpon mereka tentu Anda akan memiliki kekhawatiran bahwa Anda mengganggu mereka dan Anda terlihat seperti orang yang ketakutan akan hutangnya yang tidak akan dibayar. Hal ini bisa diatasi dengan sedikit humor yang Anda berikan kepada klien. Humor yang Anda lakukan tidak perlu berlebihan. Humor yang anda berikan bisa seperti kalimat? "Jangan janji manis lagi ya pak/bu, nanti lama-lama saya bisa kena diabetes nih kalau cuman dikasih janji manis terus hehe." 
Demikianlah tulisan saya tentang cara penagihan yang baik. Namun tentunya perlu di ingat, bahwa tidak semua klien itu bisa di tagih dengan baik, terkadang kita juga harus menggunakan cara-cara ekstrim seperti melakukan ancaman dan lain sebagainya.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Disqus Comments