Pengertian Fonologi

Fonologi adalah ilmu tentang perbendaharaan fonem sebuah  bahasa dan distribusinya. Berdasarkan asal usul kata, fonologi berasal dari gabungan kata  fon  yang artinya bunyi dan logi yang artinya ilmu. Sebagai sebuah cabang ilmu, fonologi diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat ucap manusia.

Pengertian Fonologi

Menurut Verhaar, fonologi adalah bidang khusus dalam linguistik yang mengamati bunyi – bunyi suatu bahasa tertentu menurut fungsinya untuk membedakan makna leksikal dalam bahasa tersebut.
Lado (1976:219) mendefenisikan fonologi adalah deskripsi fonem – fonem suatu bahasa.
Harimurti Kridalaksana mengatakan bahwa fonologi adalah bidang dalam linguistk yang menyelidiki bunyi – bunyi bahasa menurut fungsinya.
 
Dari pendapat para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa fonologi adalah cabang dari linguistik yang mempelajari bunyi – bunyi bahasa menurut fungsinya untuk membedakan makna leksikal dalam bahasa tersebut.

Bidang kajian fonologi ialah bunyi bahasa sebagai satuan terkecil dari ujaran dengan gabungan bunyi yang membentuk suku kata. Fonologi terdiri dari dua  bagian, yaitu:
  1. Fonetik
    Fonetik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak (Chaer, 1994: 102).

    Fonetik adalah ilmu yang menyelidiki dan menganalisa bunyi-bunyi ujaran yang dipakai dalam tutur, serta mempelajari bagaimana menghasilkan bunyi-bunyi tersebut dengan alat ucap manusia (Keraf, 1984: 30).

    Fonetik adalah ilmu yang menyelidiki penghasilan, penyampaian, dan penerimaan bunyi bahasa; ilmu interdisipliner linguistik dengan fisika, anatomi, dan psikologi (Kridalaksana, 1995: 56).

    Jadi dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan  bahwa Fonetik yaitu cabang kajian yang mengkaji bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa.
  2. Fonemik
    Fonemik yaitu  kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Chaer (2007) mengatakan bahwa fonemik mengkaji bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata. Misalnya bunyi [l], [a], [b] dan [u]; dan [r], [a], [b] dan [u] jika dibandingkan perbedaannya hanya pada bunyi yang pertama, yaitu bunyi [l] dan bunyi [r].Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua bunyi tersebut adalah fonem yang berbeda dalam bahasa Indonesia, yaitu fonem /l/ dan fonem /r/. Fonemik adalah bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti.

    Dalam kajiannya, fonetik akan berusaha mendeskripsikan perbedaan bunyi-bunyi itu serta menjelaskan sebab-sebabnya. Sebaliknya, perbedaan bunyi [p] dan [b] yang terdapat, misalnya, pada kata [paru] dan [baru] adalah menjadi contoh sasaran studi fonemik, sebab perbedaan bunyi [p] dan [b] itu menyebabkan berbedanya makna kata [paru] dan [baru] itu (Chaer, 1994: 102).

    Kesalahan berbahasa Indonesia dalam tataran fonologi dapat terjadi baik penggunaan bahasa secara lisan maupun secara tertulis. Sebagian besar kesalahan berbahasa Indonesia  dalam tataran fonologi berkaitan dengan pelafalan. Bila kesalahan pelafan tersebut dituliskan, maka terjadilah kesalahan berbahasa dalam ragam tulis. Berikut kesalahan pelafalan dalam tataran fonologi yaitu :
    • Perubahan fonem
    • Penghilangan fonem
    • Penambahan fonem.

Disqus Comments