Skip to main content

Metode Membaca SQ3R || Metode Membaca Yang Efektif

Metode SQ3R ditemukan oleh Prof. Francis P. Robinson dari Ohino State University (Gie: 1984). SQ3R merupakan kependekan dari Survey Question Read Recite Review. Jika metode ini diIndonesiakan menjadi SURTABAKU yaitu kependekan dari Survei Tanya Baca Katakan Ulangi. Metode SQ3R di tempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut.


  1. Survey (penyelidikan awal)
    Pada langkah ini pembaca memeriksa judul-judul atau bagian-bagain pada setiap bab buku yang di baca. Jika pada awal atau pada akhir bab terdapat ringkasan bab itu, maka bacalah ringkasan bab itu lebih dulu. Teknik membaca yang digunakan untuk membaca ringkasan adalah baca-tatap (membaca seluruh kalimat yang ada). Sedangkan tehnik membaca survei bacaan yang bukan ringkasan digunakan tehnik baca-loncat (membaca dengan komunikasi mata mencari informasi fokus). Dengan cara ini, pembaca akan memperoleh gambar umum isi bacaan.
  2. Question (pertanyaan)
    Pada langkah ini, pembaca mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan hasil survei di atas. Yang di jadikan pertanyaan misalnya: judul bacaan, subjudul, dan kata-kata kunci yang ada dalam paragraf. Pertanyaan ini akan membangkitkan keinginan pembaca untuk menonjolkan butir-butir yang penting. Selain itu, pertanyaan yang di buat sangat berhubungan erat dengan pengetahuan yang di miliki pembaca. Sebagai contoh, dapat diajukan pertanyaan sebagai berikut. "Apa, Bagaimana, Bilamana, Mengapa, Siapa, Dimana, Untuk apa, Dengan apa, Dengan siapa, dsb".
  3. Read (membaca)
    Ketika membaca, pembaca berusaha memperoleh informasi yang di pertanyakan pembaca itu sendiri. Jadi waktu membaca di sini benar-benar dilakukan secara aktif, agar seluruh pertanyaan yang diajukan dapat terjawab.

    Pada waktu membaca, pembaca dapat menggunakan teknik baca-layap dan atau teknik baca-tatap. Selain itu, pembaca dapat membubuhkan tanda-tanda tertentu seperti: menggarisbawahi bagian yang penting, memberi tanda bintang, memberi garis tegak lurus, melingkari frasa-frasa penting, mewarnai dengan stabilow pada bagian yang penting, dsb. Sehingga tanda-tanda itu dapat membantu mempermudah ingatan pembaca.
  4. Recite (menceritakan)
    Selain membaca dengan seksama, pembaca berhenti sejenak, tanpa melihat bacaan, pembaca mencoba menceritakan kembali dengan bahasa sendiri tentang isi bacaan yang telah dibaca. Pengungkapan ini dapat dinyatakan dalam bentuk tulisan dan ringkasan yang di catat pada buku catatan atau dilisankan. Semakin lengkapa dalam menceritakan kembali isi bacaan semakin baik pemahaman pembaca.
  5. Review (mengulangi kembali)
    Pada tahap ini, pembaca perlu mengulangi kembali ingatan terhadap isi bacaan dengan cara melihat secara keseluruhan lembar-lembar bacaan yang baru dibaca. Ingatlah kembali informasi yang di peroleh secara keseluruhan, mungkin masih ada beberapa informasi yang terlupakan. Setelah semuanya dinyatakan tuntas, maka informasi itu merupakan kebulatan yang utuh tertanam dalam pikiran pembaca.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar