Mengajarkan Kebiasaan Membaca Efektif Pada Anak

Untuk membentuk kebiasaan membaca efektif pada anak, setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan, yaitu:
  1. Menampakan membaca
  2. Komunikasi mata
  3. Menggunakan metode membaca
  4. Mencari informasi fokus
  5. Menandai bagain teks yang penting dengan kode-kode tertentu
Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa dikerjakan (Dekdibud: 1996:129). Jika dilihat dari segi kemasyarakatan, kebiasaan ialah kegiatan atau sikap, baik fisik maupun mental, yang telah membudaya dalam suatu masyarakat. Dengan demikian, kebiasaan merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat.

Mengajarkan Kebiasaan Membaca Efektif Pada Anak

Membaca adalah kegiatan fisik dan mental yang dilaksanakan secara aktif yang dapat berkembang menjadi kebiasaan. Namun, membentuk kebiasaan membaca membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk membentuk kebiasaan membaca efektif hendaknya dimulai sedini mungkin, yaitu sejak masa kanak-kanak. Pada masa itu, anak-anak perlu di tanamkan membaca yang kuat. usaha yang dilakukan pada taraf permulaan ini ialah merangsang daya visual dan motorik anak untuk mengenal buku, baik buku bergambar maupun buku bertulis.

Bercerita pada anak sebelum tidur, atau pada waktu-waktu tertentu lainnya, terutama pada usia 2 sampai 5 tahun juga dapat merupakan usaha untuk menanamkan minat membaca dalam buku. Buku usia anak pada usia itu perlu tersedia di rumah, dan sekali-sekali cerita dari buku itu dibacakan kepada anak-anak sebelum ganti bercerita.

Setelah anak dapat membaca, anak itu dapat juga di minta membaca cerita yang di sukainya untuk di dengar oleh orang tua yang lain. Selain itu cara atau teknik membaca yang di lakukan anak perlu di perhatikan, sehingga cara-cara membaca yang tidak efektif dapat di betulkan. Pada usia ini anak-anak memang suka membaca bersuara. Ini tidak salah karena memang perlu memantapkan pada pengenalan-pengenalan huruf. Namun, perlu di ingatkan kepada anak-anak bahwa membaca dalam hati juga perlu, dan anak perlu di tunjukan cara melakukannya.

Anak-anak yang sudah sekolah, perlu sesekali dibawa keperpustakaan. Anak perlu di ajak dan di tunjukan bagaimana cara membaca di ruang perpustakaan. Selain itu, sewaktu-waktu anak dapat di minta untuk menceritakan kembali apa yang telah di baca kepada anggota keluarganya, terutama kepada orang tua, kakak dan adiknya. Kegiatan semacam itu akan semakin mendorong anak untuk membaca lebih banyak.

Yang paling penting di kuasai anak dalam tahap permulaan adalah pemahaman atau pengenalan lafal huruf dan intonasi. Sehingga jika anak telah dapat membaca di harapkan dapat membedakan membaca berita atau tulisan dalam buku pelajaran dengan membaca surat atau membaca buku cerita sederhana, dan berbeda pula dengan membaca puisi. Peranan guru dan orang tua sangat di harapkan untu membantu menanamkan kebiasaan yang baik bagi anak-anak kita.

Pertanyaan-pertanyaan pancingan dari orang tua juga dapat mendorong anak gemar membaca. Misalnya ketika ayah sedang membaca koran, secara kebetulan ada berita yang menarik untuk dibaca anak, maka ayah itu mengajukan pertanyaan kepada anaknya sebagai berikut:
Ayah: Nak, kamu sudah pernah mendengar manusia yang di kubur masih hidup?
Anak: Belum
Ayah: Ayah pernah mendengar, dan membaca berita itu
Anak: Di mana?
Ayah: Di koran
Anak: Di koran?
Ayah: Ya
Anak: Lalu bagaimana ceritanya?
Ayah: (mengambilkan koran dan meyodorkan kepada anaknya)
           Nih korannya, silakan baca sendiri.
Usaha-usaha seperti di atas adalah untuk menanamkan pembentukan kebiasaan membaca bagi anak dan terutama pada peletakan fondasi minat baca yang baik pada diri anak. Jika fondasi sudah terbentuk, maka untuk menumbuhkan kebiasaan membaca efektif telah ada dan anak semakin berusaha mengembangkannya. Setelah minat yang baik berkembang. Dengan sedikit bimbingan tentang teknik-teknik membaca efektif, maka anak itu akan memiliki kebiasaan membaca yang efektif.

Disqus Comments