Skip to main content

Membangun Kemitraan Perpustakaan

Untuk mewujudkan kermitraan antar perpustakaan, ada beberapa langkah yang harus ditempuh. Langkah tersebut diawali dengan identifikasi pemustaka lengkap dengan kebutuhannnya, identifikasi mitra kerjasama, konsep kerjasama, menuangkan kerjasama dalam dokumen tertulis serta evaluasi kerjasama. Berikut ini akan saya coba jelaskan langkah-langkah yang harus dilalui dalam membangun kerjasama.

Perpustakaan desa Kemiri Lor
  1. Identifikasi pemustaka dan kebutuhannya
    Pemustaka memegang peranan penting dalam berdirinya perpustakaan. Tujuan utama dari berdirinya perpustakaan adalah  untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.

    Untuk itu langkah pertama dalam membangun kerjasama antar perpustakaan adalah dengan mengidentifikasi pemustaka. Identifikasi pemustaka perpustakaan diawali dengan mengetahui siapa pemustaka, profesi pemustaka, umur, jenis kelamin dan minat pemustaka. Jawaban dari berbagai pertanyaan ini akan menghasilkan pernyataan tentang kebutuhan pengguna atau kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Identifikasi siapa pemustaka serta apa kebutuhannya akan berpengaruh terhadap konsep kerjasama serta menentukan perpustakaan-perpustakaan yang akan diajak dalam kerjasama yang akan dilakukan.

    Identifikasi pemustaka dan kebutuhannya dapat dilakukan dengan cara mengadakan riset sederhana. Perpustakaan dapat melakukan observasi terhadap pemustaka, mengadakan pengamatan terhadap dokumen-dokumen tertulis pemustaka, menyebarkan angket kepada pemustaka serta melakukan wawancara dengan pemustaka untuk mengetahui minat pemustaka.
  2. Identifikasi Mitra Kerjasama
    Setelah mengetahui siapa pemustaka serta kebutuhannya, maka perpustakaan dapat menentukan perpustakaan-perpustakaan yang akan diajak bergabung untuk membangu kerjasama. Perpustakaan dapat mulai mengidentifikasi perpustakaan disekitar perpustakaan. Setelah mengidentifikasi perpustakaan disekitar, perpustakaan dapat menawarkan konsep kerjasama ini keberbagai perpustakaan yang telah teridentifikasi.
  3. Konsep Kerjasama
    Bentuk kerjasama antar perpustakaan beragam jenisnya. Ragam kerjasama antara perpustakaan dapat berupa kerjasama pembentukan katalog induk, kerjasama dalam bidang pengadaan atau pengembangan koleksi, kerjasama dibidang pengembangan sumber daya manusia sampai dengan level kerjasama yang kompleks yaitu kerjasama peminjaman antar perpustakaan atau yang dikenal dengan silang layanan.

    Langkah selanjutnya dalam rangka membangun kerjasama antar perpustakaan adalah dengan menentukan konsep kerjasama yang akan dilakukan. Diantara jenis kerjasama perpustakaan, jenis kerjasama apa yang paling sesuai untuk dilakukan.

    Sebagai langkah awal kerjasama yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan katalog induk perpustakaan. Melalui katalog induk ini data koleksi yang dimiliki masing-masing anggota kerjasama digabungkan sehingga dapat diakses secara bersama. Apabila konsep sederhana kerjasama antar perpustakaan ini dapat dilakukan maka anggota kerjasama antar perpustakaan dapat memikirkan konsep kerjasama yang lebih kompleks, seperti kerjasama pengadaan atau pengembangan koleksi atau kerjasama peminjaman antar perpustakaan.
  4. Menuangkankan kerjasama dalam dokumen tertulis
    Setelah ditentukan konsep kerjasama antar perpustakaan yang akan dilakukan. Maka selanjutnya kerjasama yang akan dilakukan tersebut perlu dituangkan dalam dokumen tertulis. Dalam dokumen tertulis ini dapat berupasuratkeputusan atausuratperjanjian. Dalam dokumen tertulis ini disebutkan secara lengkap tentang kerjasama yang akan dilakukan serta anturan main yang berlaku di dalam kerjasama ini.

    Fungsi dokumen tertulis dalam kerjasama antar perpustakaan adalah sebagai acuan dalam melakukan kegiatan kerjasama antar perpustakaan serta sebagai rujukan ketika terjadi masalah atau perselisihan diantara anggota kerjasama tersebut.
  5. Evaluasi kerjasama
    Kerjasama antar perpustakaan dalam kurun waktu tertentu perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi kerjasama antar perpustakaan sebaiknya dilakukan secara periodik. Evaluasi secara periodik dimaksudkan untuk mengukur efektivitas dari kerjasama antar perpustakaan. Melalui evaluasi kerjasama sama ini juga dapat dianalisasi kekurangan yang ada dalam kerjasama sehingga dapat dilakukan perbaikan terhadap kekurangan tersebut.
Kerjasama antar perpustakaan memberikan banyak manfaat, baik itu bagi perpustakaan maupun bagi pengguna perpustakaan. Manfaat bagi perpustakaan adalah peluang perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka semakin besar karena dapat menggunakan sumber informasi dari perpustakaan lain. Selain itu dengan kerjasama antar perpustakaan  memungkin perpustakaan menfaatkan dana yang dimiliki perpustakaan secara efektif dan efisisen serta dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna perpustakaan. Sedangkan bagi pemustaka dengan adanya kerjasama perpustakaan, memungkinkan pemustaka memperoleh layanan yang lebih baik serta kebutuhan akan informasinya mampu dipenuhi oleh perpustakaan.

Pembangunan kerjasama antar perpustakaan juga perlu didukung dengan teknologi informasi. Dengan dukungan teknologi informasi kerjasama yang dilakukan akan lebih optimal hasilnya.
    Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
    Buka Komentar