Skip to main content

Jenis-Jenis Sampah

Pengelolaan sampah yang benar mensyaratkan adanya keterpaduan dari berbagai aspek, mulai dari hulu sampai hilir. Aspek hulu meliputi kegiatan pengelolaan sampah pada tingkat penghasil sampah tahap pertama, di antaranya rumah tangga, hotel, maupun rumah makan. Langkah yang bisa di ambil pada aspek hulu adalah pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.

Berdasarkan bahan asalnya, sampah di bagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Di negara yang sudah menerapkan pengolahan sampah secara terpadu, tiap jenis sampah di tempatkan sesuai jenisnya. Untuk mempermudah pengangkutan sampah ke TPA, sampah di pilah berdasarkan klasifikasinya. Kegiatan penghasilan sampah harus dilaksanakan pada tingkat penghasilan sampah pertama, perumahan maupun perhotelan.

Sampah dipilah menjadi tiga, yaitu:
  1. Sampar Organik
    Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Sampah organik sendiri dibagi menjadi sampah organik basah dan sampah organik kering. Istilah sampah organik basah di maksudkan sampah yang mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contoh kulit buah dan sisa sayuran. Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik yang kandungan airnya kecil. Contoh, sampah organik kering diantaranya kertas, kayu, atau ranting pohon dan dedaunan kering.
  2. Sampah Anorganik
    Sampah anorganik bukan berasal dari makhluk hidup. Sampah ini bisa berasal dari bahan yang bisa di perbaharui dan bahan yang berbahaya serta beracun. Jenis yang bisa termasuk dalam kategori bisa di daur ulang (recycle) ini misalnya bahan yang terbuat dari plastik dan logam.
  3. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
    Sampah B3 adalah jenis sampah yang di kategorikan beracun dan berbahaya bagi manusia. Umumnya, sampah jenis ini mengandung merkuri seperti kaleng bekas cat semprot atau minyak wangi. Namun, tidak menutup kemungkinan sampah yang mengandung jenis racun lainya yang berbahaya.
Masing-masing golongan sampah ini mempunyai tempat sendiri-sendiri. Sebagai contoh, tempat sampah berwarna hijau untuk sampah organik, merah untuk anorganik dan biru untuk sampah B3, atau dengan menggunakan variasi warna lainnya. Jika proses klasifikasi ini diterapkan, di harapkan akan memudahkan proses pengolahan sampah pada tahap selanjutnya.


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar