Generasi Muda Sekarang Enggan Menjadi Seorang Petani

Bertani identik dengan kerja berat, lumpur, dan pendapatan yang kecil. Imbasnya, anak muda sekarang sudah malas untuk menggeluti dunia pertanian. Sehingga kebanyakan anak muda memilih berurbanisasi ke kota ketimbang menjadi petani.


Kadang kala sebagian orang yang menjadi petani merasa minder dan tidak percaya diri untuk mengakui identitas dirinya, identitas yang telah melekat dan mampu melahirkan makanan atau pangan untuk orang lain. Bertemu dengan orang - orang yang berprofesi dikantoran punya jabatan dan berpangkat, ia malah merasa rendah dan malu bergaul dengan mereka.

Tentu saja hal itu keliru dan tidak boleh diteruskan, sebab kehidupan manusia tidak akan berlanjut tanpa adanya petani, tanpa adanya sebuah proses budidaya pertanian. Faktanya adalah petani masih bisa hidup tanpa profesi lainnya, kita mengambil perumpamaan dan kembali ke zaman dahulu, bahwa nenek moyang kita pernah hidup tanpa menjadi orang kantoran atau PNS, tetapi tanpa petani mereka juga harus berpindah - pindah tempat tinggal untuk berburu demi bertahan hidup.
Petani pahlawan pangan
Nenek moyang kita akhirnya memulai hidup dengan menetap dan bercocok tanam, hingga akhirnya hari ini kita telah mewarisi system - system pertanian tersebut untuk bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan Manusia dipermukaan bumi ini.

Indonesia sebagai bangsa dengan potensi sector pertanian, Indonesia sebagai negara agraris, sudah selayaknya mampu keluar sebagai penghasil pangan terbesar dunia mampu menjadi raksasa pangan dunia, hal ini dapat terwujud jika rasa bangga menjadi petani melekat dalam diri petani, dimana profesi petani adalah profesi paling utama dan urgen dalam kehidupan manusia.

Disqus Comments