Berpikir Sebelum Berkata

Orang bijak mengatakan:
Mulutmu, harimaumu
Artinya, waspada /berhati-hati terhadap mulut sendiri. Bila tak hati-hati, salah-salah yang keluar dari mulut justru akan mencelakai si empunya (yang mengucapkannya). Seperti harimau yang tiba-tiba berbalik menerkam pawangnya.
Sesuatu yang digunakan manusia untuk mengungkapkan apa yang tersimpan dalam batinnya.

lbnu Katsir
Kita mengenal istilah lisan dan istilah ini kemudian berkembanglah arti yang bermacam - macam. Lisan dapat berarti bahasa, surat, risalah, perkataan, bisa pula mendatangkan arti mulut, lidah dan kafasihan. Tetapi ia juga bisa bermakna berdusta, memfitnah, mengumpat, atau menyengat. 
Hati itu laksana periuk, dan lisan adalah alat ciduknya.
Yahya bin Muadz
Oleh karena itu, lihatlah seseorang jika sedang berbicara. Pada saat itu lisannya seperti sedang menciduki apa-apa yang terdapat di dalam ha-tinya. Dia bisa manis atau kecut, bisa tawar atau asin. Dan bisa menjelaskan kepadamu tentang keadaan hati orang itu adalah hasil cidukannya (atau ung-kapan Iisannya)”.


Pemazmur mengajarkan kepada kita, bahwa untuk menyaring perkataan yang keluar dari mulut kita, tidak cukup dengan usaha sendiri, melainkan dengan berdoa. Berdoa adalah perlawanan yang paling tepat terhadap perkataan yang kotor dan jahat. Dalam doanya pada waktu petang, Daud berseru kepada Tuhan, meminta Tuhan melindungi dan memampukannya untuk hidup bagi kemuliaan-Nya. Permohonan ini begitu penting sehingga Daud berharap agar Tuhan menolongnya dalam pergumulan melawan berbagai bentuk pencobaan. Ia meminta Allah mengontrol perkataan, pikiran, dan tindakannya.

Kerinduan orang percaya adalah hidup kudus dalam setiap aspek kehidupannya. Dosa dalam berbagai bentuk akan berusaha menyimpangkannya. Yang berupa perkataan, misalnya, kita mengucapkan kata-kata kasar yang menyakitkan orang lain. Padahal, kita seyogyanya mengucapkan kata-kata yang penuh kasih dan membangun orang lain. Selaku pengikut Tuhan, kita perlu terus berdoa meminta tuntunan-Nya. Dengan berdoa, kita menaklukkan diri kepada Allah hingga terhindar dari dosa karena mulut kita.

Jarang orang tertimpa bencana karena tergelincir kakinya, Tetapi banyak orang tertimpa bencana karena tergelincir lidahnya. Jika kaki yang tergelincir, sembuhlah dengan segera, Jika lidah yang tergelincir, hilanglah kepala kita. Oleh karena itu setiap perkataan yang keluar dari mulut kita hendaknya kita pikirkan terlebih dahulu. Demikian dan semoga bermanfaat.

Disqus Comments