Bahasa dan Kenyataannya || Linguistik

Kenyataan ada di dalam dan di luar kita itu tak terhitung banyaknya. Adapun bahasa betapa sempurna atau beribu-ribu kata yang dipergunakan di dalamnya pasti masih terbatas dibandingkan dengan luasnya kenyataan itu. Sesungguhnya tidak dengan teliti. Jadi, bahasa itu bukanlah suatu alat sempurna untuk menyampaikan dengan pikiran dan perasaan, melainkan sekedar alat menyampaikan maksud secara umum atau prinsip prinsipil, sedangkan pengertian yang mendalam di serahkan kepada kemampuan asosiasi pendengar atau yang diajak bicara.
Ada maling masuk rumah !
Bentuk maling tidak menyatakkan kualitas atau gaya berbuat dalam mencuri, demikian pula jenis kelaminya dan sebagainya. Demikian halnya dengan bentuk rumah, kata tersebut mengandung beberapa kemungkinan. Kata tersebut tak hanya menyatakan sesuatu tempat tinggal seseorang / sekeluarga manusia belaka. Melainkan juga situasi, kerusakan rumah, dan sebagainya. Begitu pula bentuk masuk, mungkin bentuk ini menyatakan kualitas tindakan, alat yang di pergunakan untuk masuk dan sebagainya selain menyatakan tindakan.

Agus susanto kemiri lor

Bahasa itu hanya dapat menyebut benda-benda, tindakan-tindakan dan peristiwa itu secara kolektif atau umum. Yang ditunjukan oleh bentuk maling adalah maling secara golongan, sedangkan variabel jenis dan tabiat tiap-tiap maling tidak dilukiskan, demikian pula pada bentuk rumah dan masuk.

Dengan demikian, bahasa itu dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terdiri dari pengertian umum atau abstrak, yaitu merupakan kenyataan sisa yang diambil sebagai intisari kenyataan yang mengelilingi kita di sederhanakan dalam bentuk - bentuk, lambang itu. Dengan demikian, penyederhanaan itu merupakan asas bahasa apapun.

Dalam segala bahasa terdapat unsur penyederhanaan sekalipun tidak semua kadarnya atau jumlah serta eksistensi bentuk-bentuk lambangnya. Penyederhanaan yang sangat khusus terjadi pada beberapa bahasa dan tidak terjadi pada beberapa bahasa yang lain. Penyederhanaan yang khusus ini mula-mula terdapat pada bahasa-bahasa bangsa yang sudah maju kebudayaannya. Penyederhanaan pada perkembangan bahasa menjadi kaidah bahasa yang disebut tata bahasa .

Meskipun bahasa itu dibandingkan dengan kenyataan belum dapat dikatakan alat yang mutlak sempurna, namun apabila dilihat dari segi peranannya dalam masyarakat yang mutlak sempurna. Namun apabila dilihat dari segi peranannya dalam masyarakat manusia sudah dapat dianggap sebagai alat komunikasi yang paling ampuh. Pada hakekatnya bahasa manapun mengandung tiga unsur yang menunjukan bahwa bahasa itu merupakan alat komunikasi yang cukup sempurna, yaitu:
  1. Expresi (Expression)
    Unsur ekpresi pada bahasa adalah unsur yang dinyatakan dengan satuan tutur, termasuk didalamnya terdapat kata-kata (unsur segmental) dan unsur prosodi (tekanan, nada, panjang, jeda dan intonasi terminal). Kata-kata dipergunakan sebagai medium - medium pengertian/ objek sesuai dengan motif dan tema serta aspek pembicaraan, sedangkan unsur prosodi merangkaikan pengertian - pengertian yang di dukung oleh kata-kata itu secara menentukan ragam maksud. Jadi unsur prosodi itu berguna untuk memberi tanda - tanda tertentu yang tak dapat dilukiskan pada komposisi fonem, sehingga dapat mempermudah si pendengar menginterprestasi unsur - unsur akutik dari si pembaca.
  2. Supresi (Suppression)
    Unsur supresi adalah unsur yang tidak dinyatakan, baik dengan kata-kata dan prosodi maupun dengan gerak - gerik anggota tubuh (gester). Ketiadaan ini ternyata penuh dengan berbagai kemungkinan yang samasekali bergantung kepada kemampuan menanggapi si pendengar.
  3. Impresi (Impression)
    Unsur impresi adalah segala unsur yang menimbulkan kepekaan pemahaman, baik yang dinyatakan dengan unsur - unsur ekspresi maupun dengan unsur supresi.
Pendek kata, bahasa itu mengandung ketiga hal/unsur tersebut, pembicara harus mempergunakan bahasa itu secermat-cermatnya.

Disqus Comments