10 kesalahan-kesalahan Suami Terhadap Istri

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Artinya: "Hai orang-orang beriman, tidak halal bagimu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan jangan kamu menyusahkan mereka karena hendak megambil kembali sebagian dari yang telah kamu berikan kepada mereka terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisa 19)

Keluarga adalah unsur inti terbentuknya masyarakat. Disana akan terjadi berbagai kemungkinan yang akan membawa pengaruh dalam tatanan masyarakat itu. Orang bijak berkata, keluarga adalah pondasi terbentuknya masyarakat. Toh demikian, jarang sekali yang memperhatikan pondasi tatanan masyarakat yang agamis.

ponpes an nawawi

Sebuah keluarga yang terdiri atas suami dan istri adalah faktor utamanya. Mereka berdua adalah penentu kebijakan ke depan. Nah, keluarga yang baik harus terdiri atas dua orang yang baik pula. Mereka akan bisa dengan sempurna memahami posisi masing-masing sehingga terbentuk keluarga yang tahu diri dan sadar akan lingkungan.

Dalam Islam, keluarga mendapatkan tempat yang paling tinggi dalam pendidikan. Dalam banyak ayat dan hadist di sebutkan mengenai keluarga. Allah SWT pun dengan tegas mengatakan agar seorang suami menjaga keluarganya dari api neraka.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu da keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim 66)

Suami yang segala kelebihan dan kekurangannya di jadikan oleh Allah sebagai pemimpin dalam keluarga. Pemimpin bagi wanita sebab ia mendapatkan satu kelebihan dari Allah dari pada kaum wanita.

Allah SWT berfirman:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya: "Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Oleh sebab itu, wanita yang salihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusuznya, maka nasehatilah mereka danpisahkan mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. An-Nisa 34)

Nah, dengan begitu lelaki adalah pembangun amanah dari Allah terhadap keluarga. Ia harus bertanggung jawab terhadap anak-anak yang dilahirkan oleh istrinya sehingga kelak anak-anak akan menjadi hamba yang saleh dan berguna untuk agama.

Akan tetapi, disebabkan kebodohan dan malasnya mencari ilmu agama, seorang suami kadang hanya menggunakan hawa nafsunya dalam berumah tangga. Terjadilah kezaliman kepada istri, juga berbagai bentuk penyimpangan lainnya yang menjadikan istri sakit hati. Kesalahan-kesalahan suami yang bisa saya himpun adalah sebagai berikut:
  1. Tidak mengajarkan agama kepada istri dan malas belajar agama untuk diri sendiri
  2. Mencari-cari kekurangan dan kesalahan istri
  3. Pemberian hukuman yang tidak sesuai dengan kesalah istri
  4. Pelit dalam menafkahi istri
  5. Tidak lembut terhadap istri
  6. Tidak mau membantu pekerjaan rumah istrinya
  7. Menyebarkan rahasia dan aib istri
  8. Terburu-buru dalam mencari istri
  9. Berpoligami tanpa memperhatikan ilmu
  10. Lemahnya kecemburuan

Disqus Comments