Memberdayakan masyarakat

Bagaimana seharusnya melaksanakan pemberdayaan masyarakat?

Untuk menciptakan partisipasi dan pemberdayaan bersama setidaknya kita harus melakukan tahapan-tahan berikut ini.
  1. Melakukan usaha untu menemukan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Cara ini bisa dilakuakn dengan mengumpulkan dan memetakan masalah-masalah yang ada di dalam masyarakat.
  2. Melakukan kajian atau analisis terhadap masalah-masalah yang di temukan secara partisipatif (bersama-sama). Hal ini bisa dilakukan dengan modal curah pendapat, membentuk kelompok-kelompok diskusi, dan melakukan pertemuan-pertemuan warga secara rutin.
  3. Menentukan skala prioritas masalah. Masyarakat memilih dan memilih setiap masalah yang harus segera diselsaikan.
  4. Mencari cara penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.
  5. Melakukan tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi.
  6. Mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan dan proses pemberdayaan. Evaluasi dilakuakn terhadap tahap pertama (pemetaan masalah-masalah yang dihadapi) sampai tahap pelaksanaan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan kegagalan program.
Untuk memudahkan proses pentahapan seperti yang di ungkapkan di atas, berikut conto tabel pentahapan.
tabel pentahapan

Dalam melakukan program pemberdayaan masyarakat terdapat sejulah prinsip yang harus di perhatikan. Berikut prinsip-prinsip yang dimaksud.
  1. Prinsip mengutamakan masyarakat yang kurang diperhatikan
    Sering kali program pengembangan masyarakat pedesaan tidak melibatkan masyarakat yang terabaikan atau kurang di perhatikan. Oleh karena itu, setiap program pemberdayaan harus melibatkan semua pihak terutama yang kurang di perhatiakan tersebut.
  2. Prinsip pemberdayaan atau penguatan masyarakat
    Banyak program pemberdayaan masyarakat hanya berupa pembangunan fisik saja. Program-progaram semacam ini kadang membuat ketergantungan masyarakat kepada bantuan. Dengan prinsip pemberdayaan masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup, serta menurunkan ketergantungan dengan pihak luar.
  3. Prinsip masyarakat sebagai pelakunya
    Setiap aktifitas atau program harus dilakukan oleh masyarakt sendiri sebab program ini merupakan kebutuhan dan kepentingannya. Pihak luar hanya sebagai fasilitator. dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku kegiatan akan tertanam kepemilikan dan tanggung jawab masyrakat terhadap program.
  4. Prinsip saling belajar dan menghargai perbedaan
    Setiap orang harus di dudukan orang yang penuh dengan potensi dan pengalaman. Perbedaan-perbedaan yang ada pada setiap orang menjadi potensi kekuatan yang dapat mendukung kesuksesan program.
  5. Prinsip terbuka, santai, dan informal
    Untuk mencapai keterbukaan diantara warga masyarakat diperlukan suasana yang santai dan informal. Hal ini sesuai dengan budaya mereka yan jauh dari kegiatan rapat secara formal. Makanan, minuman, dan gurauan dapat digunakan untuk mencairjan suasana tegang dan memunculkan aspirasi mereka.
  6. Prinsip berorientasi praktis
    Hal-hal yang dibahas hendaknya menarik dan berkaitan dengan kehidupan nyata sehari-hari. Ketika membahas permasalahan warga, kita harus menggunakan bahasa yang mereka pahami. Kita tidak perlu maengaitkan pembahasan itu dengan analisis politik tingkat tinggi atau analisis bursa saham.
  7. Prinsip belajar dari kesalahan
    Warga masyarakat di motifasi untuk bersikap terbuka dan bersedia mengungkapkan kesalahn sendiri serta menunjukan kekurangan orang lain. Dengan keterbukaan dan kesediaan untuk saling mengoreksi atas kesalah yang pernah dilakukan, memungkinkan kita belajar darinya dan tidak mengulang kesalahan itu lagi.
  8. Prinsip berkelanjutan dan terus menerus
    Pemberdayaan adalah sebuah proses belajar terus menerus yang tidak akan berakhir.
Daur program partisipasi

Langkah-lang daur program partisipasi tersebut dapat dijelaskan sebagai beriku.
  1. Penjajagan atau pengenalan kebutuhan
    Berikut langkah-langkah penjajagan atau pengenalan kebutuha.
    • Mengetahu atau mengenali masalah atau kebutuhan dan potensi masyarakat.
    • Mengkaji hubungan sebab akibat masalah atau mencari akar masalah.
    • Mengkaji potensi lokal.
    • Menentukan prioritas masalah dan ketersedian potensi serta sumber daya masyarakat.
  2. Perencanaan kegiatan
    Langkah ini kelanjutan dari penjajagan kebutuhan. Dari penjajagan tersebut kemudian dijabarkan menjadi hal-hal berikut ini.
    • Alternatif-alternatif pemecah masalah
    • Alternatif-alternatif kegiatan yang bisa dilakukan sesuai dengan ketersediaan sumber daya.
    • Penentuan para pelaksana, penanggung jawab, dan pendamping kegiatan.
  3. Pelaksanaan atau pengorganisasian kegiatan
    Setelah dapat menentukan kegiatan, langkah selanjtnya yaitu pelaksanaan. Pelaksanaan harus dilakukan oleh masyarakat sendiri, sedangkan pihak luar hanya menjadi fasilitator. Pelaksanaan ini memerlukan pengaturan jadwal dan pembagian tugas-tugas.
  4. Pemantauan kegiatan
    Langkah ini dimaksud untuk melihat apakah program atau kegiatan berjalan seperti yang direncanakan.
  5. Evaluasi kegiatan
    Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan program. Kita dapat mengetahi apakah progaram sudah mencapai tujuan-tujuan yang di tetapkan atau belum.
Dalam setiap program atau aktifitas yang akan dilaksanakan, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tersebut sebagai berikut.
  1. Merumuskan tujuan bersama
  2. Mengembangkan prinsip gotong royong
  3. Pengorganisasian masyarakat

Disqus Comments